Menuju Strategi Tradisionalis Global
Tab primer

Masalahnya bukan elit melawan massa. Tidak sesederhana itu. Ada dua jenis elit: elit spiritual dan elit setan. Keduanya berusaha memimpin massa ke arah yang berlawanan. Modernitas Barat adalah momen kebangkitan elit setan. Mereka memiliki kekuasaan, dan mereka menindas musuh mereka—kita.
Massa bukanlah sebuah argumen. Mereka menerima apa yang diberikan kepada mereka; mereka tidak bisa berbeda. Mereka hanya mencerminkan kebijaksanaan sejati atau kebijaksanaan yang diselewengkan secara setan dari segelintir orang. Mereka bukanlah baik atau buruk, seperti materi. Rohlah yang menentukan segalanya—dan iblis juga adalah roh.
Semua kejahatan yang kita hadapi hari ini sangat kuno. Seratus tahun yang lalu, kejahatan itu sudah begitu nyata sehingga kekuatan dan gerakan politik besar mulai melawannya. Tetapi mereka kalah. Kejahatan telah mendapatkan kekuatan. Kita hidup dengan konsekuensi dari hal itu.
Demokrasi adalah tentang rakyat yang memilih dan menentukan pilihan. Tetapi mereka hanya memilih apa yang disarankan oleh para elit. Para elit mengendalikan demokrasi. Demokrasi adalah alat mereka, mesin mereka. Siapa pun yang mengendalikan elit, mengendalikan segalanya—mengendalikan demokrasi.
Globalisme adalah konspirasi dunia dari elit-elit setan. Mereka mencapai bentuk akhirnya dengan kedatangan Modernitas Barat. Sekarang, kendali mereka hampir total. Itu tertulis dalam Kitab Suci. Tetapi memilih kubu yang tepat dalam pertempuran apokaliptik ini adalah tugas manusia.
Massa tidak bisa memilih. Mereka mengikuti dan patuh. Hanya kaum elit yang benar-benar memilih. Pilihan ini nyata, bebas, dan selalu mungkin dalam segala keadaan, apa pun itu. Kita perlu menargetkan elit-elit setan jika kita tidak setuju dengan pemerintahan setan mereka. Itulah Revolusi. Tidak ada yang lain.
Demokrasi adalah tentang rakyat yang memilih dan menentukan pilihan. Tetapi mereka hanya dapat memilih apa yang disarankan oleh para elit. Para elit mengendalikan demokrasi. Demokrasi adalah alat mereka, mesin mereka. Siapa pun yang mengendalikan elit, mengendalikan segalanya—mengendalikan demokrasi.
Elit setan bersifat global, bersatu, dan sepenuhnya solid dengan markas besarnya. Itulah mengapa semua media massa dan jaringan yang mereka miliki mengikuti narasi yang persis sama. Elit global itu kecil dan sangat disiplin. Elit spiritual yang melawan globalis terpecah belah.
Kaum elit spiritual bersifat lokal dan terbatas oleh bangsa dan agama. Mereka tidak dapat memahami skala global sebenarnya dari Musuh, yaitu Antikeimenos . Mereka lemah dan tersebar. Tetapi jika mereka benar-benar spiritual, mereka akan mengenali semua orang yang memiliki tanda Roh. Guénon dan Evola telah mempersiapkan lahan tersebut.
Tradisionalisme harus menjadi realitas strategis yang konkret, sebuah jaringan revolusioner. Ia tidak bisa hanya berupa gerakan atau partai. Ia harus menjadi sesuatu yang berbeda. Kita dapat memperkirakan seperti apa seharusnya jika kita membandingkan apa yang paling kita tolak dalam semua isu regional.
Hal yang paling kita benci di semua negara justru menyatukan kita dan mempersiapkan landasan bagi pemikiran yang lebih tinggi. Tradisionalisme harus berubah menjadi strategi global. Itulah kemauan menuju Tatanan Peradaban. Peradaban pada dasarnya berarti tradisi.
Dengan berjuang secara konkret untuk Peradaban kita melawan peradaban global yang sesat, kita membantu Peradaban lain untuk melakukan hal yang sama. Kita perlu memahami ini. Inilah titik balik yang mengubah segalanya. Kita perlu memulai Internasional Tradisionalis: futuristik dan ofensif, bukan defensif.
Masalah utama dengan orang kulit putih adalah mereka mengidentifikasi diri mereka dengan Barat, dengan modernitas, dengan kolonialisme, dengan materialisme, dengan kapitalisme, dengan teknologi. Dan semua ini membunuh (atau telah membunuh) tradisi suci yang pernah dimiliki orang kulit putih sejak lama.
Tradisi suci kaum kulit putih dihancurkan oleh kaum kulit putih itu sendiri. Tanpa tradisi, tidak akan ada kaum kulit putih. Ini bukan pembunuhan; ini bunuh diri. Kaum kulit putih telah memilih bunuh diri, dan mereka telah menerimanya.
Apa artinya menjadi orang kulit putih? Hampir tidak ada artinya, kecuali penampilan fisik. Tidak ada nilai-nilai sakral, tidak ada agama, tidak ada akar budaya. Hanya kesuksesan ekonomi dan keserakahan kapitalis. Tidak ada lagi alasan untuk menjadi orang kulit putih. Globalisme diciptakan dan diterapkan oleh orang kulit putih.
Kaum globalis kulit putih ingin menjadikan umat manusia persis seperti mereka, dan mereka sebagian berhasil. Tetapi pada titik tertentu, mereka menyadari bahwa tidak ada lagi alasan untuk tetap menjadi kulit putih. Kita semua harus menjadi "universal." Dan saat itulah kehancuran diri kaum kulit putih dimulai.
Orang kulit putih, jangan salahkan orang non-kulit putih atas kepunahan kalian. Salahkan diri kalian sendiri. Salahkan Barat. Salahkan Moderenitas.
Diterjemahkan langsung oleh Qenan Rohullah
